Sesekali Egois, Sah!
Social

Sesekali Egois, Sah!

by Dewi
Thu, 02-Nov-2017

Padahal dari kecil diajarin nggak boleh egois. Kalo punya mainan harus main bareng adik atau kakaknya. Kalo punya makanan harus berbagi sama saudara atau temannya. Mainan yang terdeteksi sudah lama nggak dipakai, diminta untuk disumbang ke yang nggak mampu. Egois macam mana yang sah?

Egois mengejar mimpi yang sudah lama terbengkalai. Impian kamu untuk meraih cita-cita nggak akan terwujud kalo kamu nggak fokus. Hanya kamu yang bisa mengupayakannya. Jadi sah aja kalo kamu hanya memikirkan dirimu dan langkah-langkah yang harus kamu ambil. Selama nggak merugikan orang lain..

Egois membahagiakan diri sendiri. Lagipula, ketika kamu bahagia, kamu pasti akan membaginya dengan orang lain. Jadi orang lain pasti ikut bahagia. Jadi sah.

Egois demi mendapat kebahagiaan dalam sebuah hubungan. Di situ kan kita harus melakukan give and take. Nah, kalo kamu tau apa yang membuatmu bahagia, cobalah dengan memberikannya terlebih dahulu. Dengan begitu pasanganmu akan melakukan hal yang sama. Jadi sah.

Egois memperhatikan diri sendiri demi kesehatan. Perhatian terhadap orang lain memang bagus. Cuma tanpa sadar, mungkin kamu akhirnya sering mengabaikan kepentinganmu sendiri. Banyak yang dipendam dalam hati tuh nggak sehat Commuters. Cobalah komunikasikan, atau pilah di saat seperti apa yang kamu bisa mengutamakan dirimu sendiri.

Menjadi egois, selama bukan dalam bentuk negatif dan nggak merugikan orang lain, sah! [][teks @tantedow/tipsywriter.com | foto huffpost.com & lawpracticetoday.org]