}
Jakarta Event Enterprise Siapkan Program Nikah Massal Kaum Difabel
Social

Jakarta Event Enterprise Siapkan Program Nikah Massal Kaum Difabel

by Intern
Tue, 07-Aug-2018

Setiap pasangan tentunya memiliki keinginan untuk membawa hubungan ke jenjang yang lebih serius, seperti pernikahan. Biaya yang diperlukan untuk melangsungkan sebuah pernikahan juga tidak sedikit, baik secara sederhana ataupun mewah. Karena keterbatasan biaya, banyak pasangan yang memilih untuk menunda pernikahan mereka.

Hal itulah yang melatarbelakangi Jakarta Event Enterprise sebagai penyelenggara Bekasi Wedding Exhibiton untuk membuat sebuah program sosial. Bertajuk Jakarta Event Enterprise Movement [JEE Movement], aksi sosial ini dilakukan pada setiap kegiatan yang dilakukan JEE.

“Setiap acara dari JEE pasti kami selalu mengadakan sesuatu yang memiliki nilai sosial yang berpengaruh. Baik pada lingkungan maupun sosial kita,” ujar CEO Jakarta Event Enterprise, Rika Pertiwi Zulfi, Jumat [3/8].

Kali ini, JEE Movement tergugah untuk melakukan aksi sosial bertema ‘Nikah Massal’. Gerakan sosial ini ditujukan bagi pasangan kurang mampu dan para penyandang disabilitas yang merasa tidak percaya diri untuk melangsungkan pernikahan.

“Mau nikah tapi tidak percaya diri karena keterbatasan fisik dan ekonomi mereka. Itu juga kami coba support,” jelas Rika.

Menurut Rika, program sosial tersebut akan melibatkan 100 pasang calon pengantin yang akan dinikahkan secara bersamaan pada 17 Agustus mendatang di Grand Galaxy Convention Hall. Ia mengaku syarat dan prosedur untuk mengikuti program ini masih dalam tahap proses.

“Pada saat 17 Agustus hari kemerdekaan Indonesia, kami merdekakan juga mereka. Jadi ini sebenernya kami baru mau mengumumkan infonya. Nanti kalo misalnya sudah selesai, pasti kami publikasikan,” akunya.

Setelah syarat dan ketentuan mengikuti program tersebut diumumkan, JEE masih harus menyeleksi dan memverifikasi calon pengantin yang mendaftar. Rika tidak ingin program ini menjadi tidak tepat sasaran. Ia berharap dengan adanya tahapan seleksi tersebut akan membantu secara efektik orang-orang yang memang membutuhkan.

Nantinya, pasangan yang mengikuti nikah massal ini akan dibuatkan KTP bagi yang belum memiliki dan diberikan kartu sehat dari pemerintah Kota Bekasi. Menurut Rika, peserta nikah massal langsung memiliki jaminan kesehatan gratis, seperti ketika akan melahirkan.

Ini merupakan program sosial kelima JEE setelah sebelumnya bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap [ACT] untuk mendonasikan sebagian keuntungan acara Bekasi Wedding Exhibition yang keempat pada Januari 2018 lalu. Keuntungan yang terkumpul digunakan untuk memberi bantuan pengiriman kapal kemanusiaan Palestina dan program untuk pendidikan anak-anak Indonesia di pelosok negeri. [][teks @amuspitasari | foto TIME & vancouvercourier.com]