Main Congklak
Social

Main Congklak

by Pohan
Fri, 05-Jun-2015

Congklak adalah salah satu dari sekian banyak permainan anak-anak yang sudah berpindah ke tampilan layar gadget berbasis Android maupun iOs. Meski begitu, congklak merupakan permainan rakyat yang berkembang cukup lama dan akrab di sejumlah negara di Asia.

Di Malaysia dan sejumlah daerah di Kepulauan Riau, permainan ini dikenal dengan nama congkak. Pulau Jawa pun sama, banyak yang  menyebutnya congkak. Sedangkan di Filipina sebutannya sungka, di Srilangka dikenal dengan cangka, di Thailand disebut tungkayon dan di beberapa daerah lain di Indonesia seperti di Sulawesi disebut mokaotan, maggaleceng, aggalacang dan nogarata.

Alat permainan congklak umumnya terbuat dari kayu berbentuk seperti perahu dengan ukuran panjang 80 cm, lebar 15 cm dan tinggi 10 cm. Pada kedua ujung congklak terdapat logak yaitu lubang yang tidak tembus berbentuk seperti setengah bulatan bola, bergaris tengah 10 cm. Kedua lubang itu disebut indung atau lubang induk. Antara kedua indung terdapat dua deret lubang berukuran lebih kecil, kira-kira berdiameter 5 cm dan setiap deret berjumlah 7 lubang.

Congklak melibatkan dua orang pemain. Masing-masing pemain memegang biji-bijian untuk berlomba mengisi lubang congkak. Biji yang biasa digunakan berupa biji asem, sawo atau biji tanjung. Di daerah pesisir biji-bijian itu diganti dengan kewuk atau kulit kerang.

Harga alat permainan congklak yang dijual online berkisar Rp 5.300 hingga Rp 225.000.

Aturan bermain congklak:

  • Setiap lubang diisi tujuh butir sehingga seluruhnya memerlukan 98 butir [dua deret x 7 lubang x 7 butir].
  • Pemain saling berhadapan dengan lawannya. Tidak ada ketentuan lubang mana yang pertama diambil, tetapi keduanya sama-sama meraup biji-biji yang ada pada salah satu lubang pada deretan yang dihadapinya. Selanjutnya setiap lubang diisi, masing-masing sebutir.
  • Arah pengisian seperti arah jarum jam yaitu dari kanan ke kiri, sehingga lubang induknya terisi juga sebutir dan satu buah lubang menjadi kosong.
  • Permainan dilanjutkan untuk yang kedua kali. Kedua pemain meraup kembali biji-biji pada salah satu lubang kecil, lalu diisikan pada lubang lainnya.
  • Pengambilan biji kali ini harus lebih hati-hati karena lubang yang diisi tidak hanya miliknya, tetapi juga milik lawan dan kemungkinan biji terakhir jatuh pada lubang kosong. Bila ternyata demikian, seorang pemain kalah. Untuk sementara ditunda permainannya. Tetapi bila keduanya sama-sama cerdik, artinya tidak ada yang mengisi lubang kosong, permainan dilanjutkan hingga salah seorang dinyatakan kalah.
    Pemain yang lain melanjutkan permainan dan berusaha agar dapat mengisi lubang induk sebanyak-banyaknya dan tidak mengisi lubang kosong.
  • Biji milik lawan dapat menjadi milik sendiri dengan cara nembak, yaitu biji terakhir jatuh pada lubang yang kosong dan secara kebetulan lubang di depannya penuh dengan biji, maka biji itu dapat diambil dan mengisi lubang induknya.
  • Dalam permainan ini kejujuran pemain juga menentukan karena bisa saja berlaku curang dengan memasukkan dua biji sekaligus dalam satu lubang, bila pengisian telah mendekati lubang kosong.
  • Permainan terus berlanjut dengan saling bergantian dan baru berakhir setelah lubang salah seorang pemain kosong.
  • Bila permainan akan dilanjutkan pada babak berikutnya, lubang-lubang kembali diisi. Kemungkinan terjadi lubang salah seorang pemain ada yang kosong karena biji miliknya terambil oleh lawan yang disebut pecong dan hal itu merupakan kekalahan. Namun, bila pada deretnya masih terdapat biji-bijian dinyatakan menang papan dan dia akan menjadi pemain pertama pada permainan berikutnya.
  • Permainan congklak tidak mempunyai batasan waktu, bisa dilakukan berulangkali dan kapan saja.


Manfaat Bermain Congklak

1. Ketelitian

Kita berusaha agar tidak salah memasukkannya biji congklak ke lubang induk pemain lawan, atau kesalahan lainnya.

2. Kecerdasan

Kita perlu menyiapkan strategi agar permainan selesai dengan baik. Selain ketelitian, bermain congklak melatih kecerdasan.

3. Kejujuran

Kita harus bisa bersikap sportif, dan tidak menipu lawan saat ia dalam keadaan lengah. [][teks @pohanpow/kebudayaanindonesia.net | foto dok. tokopedia.com/whatsupindonesia.com]