}
Do’s and Don’ts Pengunduran Diri
Tips

Do’s and Don’ts Pengunduran Diri

by Sherra
Tue, 24-Nov-2015

Apakah Anda sedang bersiap-siap untuk mengundurkan diri dari pekerjaan saat ini? Mengundurkan diri itu mudah, yang sulit adalah mengundurkan diri dengan cara yang profesional. Berikut ini adalah beberapa aturan soal pengunduran diri dari pekerjaan dengan kalem, hati-hati, dan profesional.

1. Kalau keputusan sudah bulat, jangan sampai ketahuan orang-orang kalau Anda akan mengundurkan diri sebelum atasan Anda tahu. Takutnya nanti Anda nggak jadi resign, tapi rekan lain udah tahu, kan rasanya aneh. Tapi tetap persiapkan dengan menyingkirkan data dan barang-barang pribadi dari kantor dan komputer.

2. Setelah Anda benar-benar yakin akan keputusan untuk resign, beritahu atasan Anda soal pengunduran diri setidaknya dua-tiga minggu sebelumnya atau sesuai dengan yang ditentukan dalam kontrak kerja. Atasan Anda butuh waktu untuk mencari pengganti.

3. Tulislah surat pengunduran diri yang profesional, tanpa kalimat kasar atau menghina. Tetaplah positif, sopan, to the point, dan ucapkan terimakasih.

4. Sampaikan surat pengunduran diri untuk atasan Anda secara langsung, dengan tembusan untuk HRD.

5. Kalau diperlukan, lakukanlah ‘exit interview’ dengan atasan Anda. Tapi jangan mengatakan sesuatu yang negatif tentang supervisor atau rekan kerja selama berbincang, walaupun mulut ‘gatel’.

6. Lakukan persiapan, to the point, dan sopan saat bertemu dengan atasan Anda. Cobalah berikan alasan yang dapat dimengerti dan dipahami atasan Anda.

7. Bersiaplah untuk reaksi beberapa atasan yang berlebihan terhadap pengunduran diri Anda; beberapa atasan justru ada yang segera memecat karyawan yang mengundurkan diri.

8. Jangan merasa seolah-olah Anda perlu memberitahukan alasan meninggalkan pekerjaan Anda. Tetaplah bersikap sopan saat berterimakasih kepada atasan Anda atas kesempatan bekerja di perusahaan.

9. Jangan membuat pernyataan apapun yang nggak perlu. Ingat, pepatah lama: Kalau nggak punya kata-kata baik yang ingin disampaikan, lebih baik nggak diungkapkan sama sekali.

11. Tawarkan bantuan untuk mencari dan atau melatih pengganti Anda. Tapi jangan buat janji-janji yang nggak bisa ditepati.

12. Pertemuan dengan atasan mungkin akan menjadi kesempatan negosiasi. Kalau tetap bertahan adalah sebuah pilihan, pertimbangkanlah apakah itu baik untuk Anda sehingga Anda harus menetap.

13. Jangan bakar jembatan! Maksudnya, jagalah hubungan baik dengan rekan kerja dan supervisor Anda.

14. Jangan menghilang selama minggu-minggu terakhir Anda bekerja. Tetaplah jadi karyawan yang produktif. Anda akan membutuhkan rekomendasi dari atasan. Akan lebih baik kalau Anda diingat sebagai pekerja keras.

15. Buatlah rencana untuk tetap berhubungan dengan rekan kerja, teman, dan mentor. Jagalah jaringan Anda supaya tetap luas.

16. Jangan merasa bersalah untuk meninggalkan kantor. Mungkin sulit, tetapi fokuslah pada fakta bahwa Anda pergi untuk menerima kesempatan kerja yang lebih baik. Jangan menyombongkan diri soal kesempatan karier tersebut.

17. Lakukan yang terbaik dalam menyelesaikan semua tugas utama Anda. Jangan lupa tinggalkan progress report yang rinci untuk supervisor Anda dan/ atau pengganti Anda.

Selamat menempuh karier baru ya! [][teks @saesherra quintcareers/wikihow | foto beyondcareersuccess/ redcaperevolution]