}
Arti Kode pada Plastik
Tips

Arti Kode pada Plastik

by Sherra
Fri, 10-Apr-2015

Pasti sering banget kita menggunakan berbagai produk berbahan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kantong, tempat minum atau makan, serta peralatan rumahtangga. Semua bahan plastik memiliki kode tersendiri yang menandakan aman atau tidaknya untuk kesehatan.

Jangan cuma ngerti soal kode dari gebetan lho, kita juga mesti paham kode-kode berikut yang ada pada produk berbahan plastik demi keamanan bersama.

1. Polyethylene Terephthalate [PET or PETE]

Kode yang tertera dengan segitiga recycle dengan nomor 1 ini biasanya tertera di bawah botol transparan atau bening. Produk berbahan plastik denga kode PET ini dianggap aman, tetapi jika digunakan terus menerus apalagi untuk menyimpan air hangat, bisa meluluhkan lapisan polimer dan mengeluarkan zat penyebab kanker. Nah, makanya, botol plastik berkode 1 atau PET dianjurkan hanya untuk sekali pakai.
  • Sifat: Jernih, kuat, tahan pelarut, kedap gas dan air, melunak pada suhu 80 derajat Celsius.
  • Penggunaan: Botol minuman, obat kumur, minyak goreng, selai peanut butter, kecap dan sambal.


2. High Density Polyethylene [HDPE]

Kode HDPE atau segitiga recycle nomor 2 biasanya ada pada produk plastik berwarna putih susu. HDPE adalah salah satu bahan plastik yang aman karena mampu mencegah reaksi kimia dari cairan yang dikemasnya. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram, dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Sama seperti PET, HDPE pun direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
  • Sifat: Keras hingga semi fleksibel, tahan terhadap bahan kimia dan kelembaban, permeabel [dapat menembus]  terhadap gas, permukaan berlilin, buram, mudah diwarnai, diproses dan dibentuk, melunak pada suhu 75 derajat Celsius.
  • Penggunaan: Botol susu cair dan jus, jerigen, botol vitamin, tutup plastik, kantong belanja dan wadah es krim.


3. Vinyl [Polyvinyl Chloride or PVC]

Kode berlogo angka 3, PVC, atau V  tertera pada produk plastik yang sulit didaur ulang. PVC  mengandung zat Diethylhydroxylamine [DEHA] yang dapat bereaksi dan bersentuhan langsung dengan makanan. Zat ini pun dapat merusak ginjal dan hati. Bahan kimia pada makanan ber-PVC bisa merusak sistem endokrin satwa liar, menyebabkan kanker testis, kelainan genital, dan kemandulan pada sejumlah spesies, seperti: beruang kutub, rusa, paus, dan berang-berang.

  • Sifat: Kuat, keras, bisa jernih, bentuk dapat diubah dgn pelarut, melunak pada suhu 80 derajat Celsius.
  • Penggunaan: Pipa air, botol sabun dan sampo, pembungkus makanan [food wrap], dan bubble wrap.

4. Low Density Polyethylene [LDPE]
LDPE berkode nomor 4 yang memiliki daya perlindungan yang baik terhadap reaksi kimia dan biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. LPDE menjadi salah satu jenis plastik yang dapat digunakan sebagai pembungkus makanan dan minuman serta bisa didaur ulang.
  • Sifat: Mudah diproses, kuat, fleksibel, kedap air, permukaan berlilin, tidak jernih tapi tembus cahaya, melunak pada suhu 70 derajat Celsius.
  • Penggunaan: Cup yoghurt, kantong belanja [kresek], kantong roti dan makanan segar, botol yang dapat ditekan.

5. Polypropylene [PP]
Polypropylene biasanya digunakan dalam pembuatan botol minuman, kotak makanan, dan wadah penyimpanan makanan lainnya yang dapat dipakai berulang-ulang. Tertera dengan angka 5 atau tulisan PP, bahan ini adalah pilihan terbaik yang tahan panas untuk menyimpan makanan, minuman, dan juga botol minum bayi.
  • Sifat: Keras tapi fleksibel, kuat, permukaan berlilin, tidak jernih tapi tembus cahaya, tahan terhadap bahan kimia, panas dan minyak, melunak pada suhu 140 derajat Celsius.
  • Penggunaan: Pembungkus biskuit, pita perekat kemasan dan sedotan.

6. Polystyrene [PS]
Jenis plastik yang juga dikenal dengan styrofoam ini sangat tidak dianjurkan sebagai pembungkus makanan. Berkode nomor 6, plastik ini bisa mengeluarkan zat styrene saat bersentuhan dengan makanan atau minuman panas. Akibatnya? Zat tersebut bisa mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi dan merusak sistem saraf. Selain itu, bahan ini mengandung benzene yang menyebabkan kanker. Bahan polystyrene sulit  didaur ulang. Kalau pun didaur ulang,  perlu proses yang sangat panjang dan waktu yang lama.

Polistiren [PS]
  • Sifat: Jernih seperti kaca, kaku, buram, terpengaruh lemak dan pelarut, mudah dibentuk, melunak pada suhu 95 derajat Celsius.
  • Penggunaan: Wadah makanan beku, sendok, garpu.
Polistiren busa [EPS – ‘stryofoam’]
  • Sifat: Bentuk busa, ringan, kaku, biasanya berwarna putih
  • Penggunaan: Wadah makanan siap saji, cup kopi.

7. Other
Jenis plastik dengan nomor 7 ini terbagi menjadi 4 jenis plastik, antara lain: Styrene Acrylonitrile [SAN], Acrylonitrile Butadiene Styrene [ABS], Polycarbonate [PC], dan Nylon.
Penggunaan:
  • Nylon: tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat rumah tangga, komputer, alat elektronik dan plastik kemasan.
  • SAN: mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi dan sikat gigi.
  • ABS: bahan mainan lego.
Bahan-bahan tersebut merupakan bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan atau pun minuman.

  • PC [polycarbonate]: botol susu bayi, gelas anak batita [sippy cup], kaleng kemasan makanan serta minuman seperti kaleng susu formula.
Bahan ini dapat mengeluarkan zat Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.

Selain itu, ada juga bahan Melamin-formaldehid [MF] termasuk jenis plastik berkode 7 yang tidak dapat didaur ulang. Melamin terbuat dari resin dan formalin yang dapat membahayakan tubuh manusia.

Nah, mulai sekarang hati-hati ya dalam memilih bahan plastik untuk makanan dan minuman.. [][teks @saesherra/academia.edu/berbagai sumber | foto evavarga.net, thekachraproject.in]