}
Tips Kredit Kendaraan Pribadi
Tips

Tips Kredit Kendaraan Pribadi

by Pohan
Thu, 16-Apr-2015

Kendaraan pribadi memang sangat membantu aktivitas sehari-hari. Tapi, nggak semua orang mampu membelinya secara tunai. Ya, lagi-lagi dana jadi alasan utama, termasuk untuk mencicilnya. Biasanya yang pengin beli kendaraan secara kredit, calon pembeli harus menyodorkan uang muka, data gaji atau penghasilan tetap, dan syarat adiministrasi lainnya. Kalau sudah oke, motor atau mobil idaman bisa dibawa pulang deh.

Selain bank, ada banyak perusahaan pembiayaan [multifinance] yang menyediakan fasilitas kredit. Tapi ingat dan pikirkan matang-matang kalau kita pengen menggunakan cara seperti ini. Pilihan harus tepat dan sesuai kebutuhan agar terhindar dari risiko kesulitan,  suatu hari nanti. Nah, siapapun yang pengen kredit mobil atau motor, tips berikut ini semoga bisa membantu agar keuangan tetap aman.

» Pilih Kendaraan Sesuai Kebutuhan
Selain kapasitas penumpang dan ketersediaan garasi, pertimbangkan kepraktisan mobilisasi dan ekonomisnya. Coba deh diskusi dulu bersama keluarga. Jangan sampai mengutamakan gengsi ketimbang fungsi.

» Survei Harga
Setelah memutuskan jenis mobil yang diinginkan, langkah berikutnya cari tahu penawaran harga mobil di pasaran. Tentu saja, kita harus pilih harga yang terbaik. Tanyakan beberapa dealer mobil atau browsing via internet untuk membanding-bandingkan mobil idaman.

» Pilih Sumber Pembiayaan yang Tepat
Bank atau lembaga pembiayaan punya kelebihan dan kekurangan. Pada umumnya, bank menetapkan bunga yang lebih kecil ketimbang multifinance. Namun, syarat dan proses persetujuan kredit dari bank jauh lebih ketat. Begitu pun sebaliknya.

Bank lebih kompromi apabila kesulitan membayar cicilan. Kemungkinan untuk melakukan jadwal ulang atau restrukturisasi kredit jauh lebih terbuka. Namun bank hanya memberikan pembiayaan sebesar 70% untuk jenis mobil, sedangkan lembaga pembiayaan sebesar 75%.

Alternatif lain bisa juga sih kita membandingkannya dengan bank syariah dan lembaga pembiayaan syariah. Keduanya bahkan menawarkan pembiayaan sebesar 80% hingga 85%. Peraturan Bank Indonesia memang berbeda untuk lini bisnis syariah. Kedua lembaga syariah ini dapat dijadikan sebagai prioritas.

» Konsultasikan Skema Cicilan
Setelah menjatuhkan pilihan sumber pembiayaan, konsultasikan rencana kredit sesuai dengan kemampuan. Jangan terpengaruh sales karena ini tergantung budget uang kita sendiri yang sangat menentukan hingga masa kredit selesai.

Konsultasikan beberapa hal penting berikut ini:

Uang Muka dan Besar Cicilan
Persiapkan uang muka berdasarkan persentase harga mobil yang secara umum berkisar antara 20-30 persen. Contohnya, harga mobil yang diinginkan Rp 200juta, smaka paling tidak kita harus menyiapkan dana sekitar Rp 40-60juta sebagai uang muka. Itu belum ditambah dengan biaya administrasi dan biaya lainnya. Pastikan uang muka lebih dari 20 persen, bahkan bila mungkin, di atas 30 persen.

Semakin besar uang muka, maka kita semakin banyak peluang untuk memilih besaran cicilan dan tenor masa kredit. Jangan sungkan minta harga diskon untuk memperingan uang muka. Boleh juga dicoba, kita minta keringanan pembayaran uang muka dengan cara dicicil.  


Masa Kredit
Pastikan masa kredit tidak melebihi usia ekonomis mobil. Sebab, bila melebihi empat atau lima tahun, biasanya si empunya mobil harus menyisihkan uang ekstra untuk perbaikan. Usia mobil menginjak usia lima tahun merupakan masa perbaikan padahal di sisi lain rentang masa itu periode untuk mencicil mobil. Imbasnya, pengeluaran dana bisa terancam dua kali lebih banyak.

Suku Bunga
Secara teknis ada dua jenis, suku bunga tetap [flat rate] dan suku bunga mengambang mengikuti bunga pasar [floating rate]. Beberapa bank dan lembaga pembiayaan memberlakukan suku bunga tetap pada tahun awal masa kredit dan selanjutnya berlaku suku bunga mengambang.
 
» Sediakan Dana Cadangan untuk Risiko
Meskipun mampu membayar cicilan melebihi batas minimal dan uang muka di atas 30 persen, calon pembeli kendaraan harus mengantisipasi kemungkinan terburuk kalau ada kesulitan keuangan. Sebaiknya tetap menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk tabungan khusus bila terjadi risiko tersebut.

» Tentukan Asuransi yang Dibutuhkan
Asuransi adalah cara lain untuk menanggulangi risiko. Biasanya sudah termasuk dalam paket penawaran kredit. Ada dua jenis asuransi kendaraan yang umumnya ditawarkan seperti All Risk dan Total Loss Only [TLO]. asuransi semacam ini melindungi kehilangan kendaraan terkait pencurian dengan masa perlindungan sampai dengan 12 tahun.

Untuk All Risk, mencakup aspek yang lebih luas. Kendaraan juga akan dilindungi dari risiko kecelakaan, huru-hara dan bencana alam. Jika memilih All Risk, bisa meminta diskon sebesar 10-25% dari premi yang dibayar.

» Hindari Membayar Uang Muka dari Pinjaman
Sebaiknya tidak menggunakan uang hasil pinjaman dari pinjaman bank atau lembaga keuangan untuk menambah uang muka. Bila itu terjadi, sama saja kita menanggung dua kewajiban angsuran dua kali lipat. [][teks @pohanpow/livingwell.co.id | foto courtesy of jualmobilbekas.mwb.im, comparecourses.com.au]