}
Pisau Cukur, Klasik Lebih Ajib
Tips

Pisau Cukur, Klasik Lebih Ajib

by Pandu
Mon, 18-Apr-2016

Pertanyaannya, kenapa harus pilih pisau cukur klasik daripada pisau silet yang simpel? Hmm, karena pisau cukur klasik lebih keren ketimbang silet. Apa jawaban itu cukup menjanjikan?

Pisau cukur makan biaya lebih sedikit, cukup beli sekali untuk tahunan. Soalnya bisa diasah dibandingkan pisau silet yang harus diganti kalau tumpul. Lumayan berpengaruh ke dompet 'kan? Hasil pisau cukur juga lebih halus dan rapi daripada silet.

Pertama, cuci muka dulu. Kalau bisa, basuh pakai air hangat biar pori-pori kebuka.


Kedua, kasih krim pencukur, meminimalisir lecet atau iritasi juga. Kalau di tukang cukur, biasanya diganti dengan sabun badan, biar murah pastinya.



Ketiga, baru deh dicukur. Perhatiin cara pegang pisau cukurnya. Tingkat kemiringan sekitar 30 derajat, bukan flat ya.


Keempat, cukur bagian pipi dulu. Dari jambang sampai ke tulang rahang. Bebas, mau pipi kanan atau kiri duluan. Habis pipi cukur, beralih ke bagian kumis. Kalau yang ini tentatif sih. Kalau kamu mau manjangin kumis ya, jangan dibabat.


Kelima, lanjut ke bagian dagu. Pelan-pelan biar nggak kebeset karena bagian ini nggak serata bagian lain.


Terakhir, 'bantai' bagian bawah dagu dan leher. Tenang, nggak perlu takut Lakukan dengan satu gerakan dari atas ke bawah. Jangan naik turun, berisiko kelecetan. Setelah mencukur, taburkan sedikit bedak bayi supaya tidak iritasi. Awalnya sih, pasti rada ngeri. Tapi tenang, nanti juga terbiasa. Dan dana untuk beli pisau silet sudah nggak diperluin. Tingkat kegantengan juga naik selevel. [][teks @HaabibOnta | foto wikimedia]