}
Tips Memotret Serangga
Tips

Tips Memotret Serangga

by Pohan
Sun, 01-May-2016

Memotret serangga dan makhluk kecil lainnya bisa jadi kegiatan yang menyenangkan namun juga perlu usaha ekstra. Kamu membutuhkan lensa makro untuk mendapatkan fokus yang baik. Selain itu, kamu siapkan tripod untuk menstabilkan kamera, terutama ketika saat kamu menggunakan lensa tele. Inilah tipsnya:

1. Gunakan lensa makro. Alternatif lainnya menggunakan filter close up, extension tube, atau reverse ring.

2. Perhatikan pengaturan kamera.

    » Atur kamera dengan format RAW, ini mempermudah kita untuk melakukan koreksi warna pada foto.

    » Atur aperture antara F7, 1-F11 tergantung situasi.

    » Atur shutter speed antara 1/80sec sampai 1/160sec tergantung situasi.

    » Atur ISO dan tidak dianjurkan menggunakan ISO tinggi karena bisa menimbulkan noise dan grain pada foto. Atur antara 100 sampai 400.

    » Atur picture style pada pilihan neutral.

    » Atur white balance [WB] pada celvin 4200 sampai dengan 4800.

3. Gunakan fokus manual yang bisa mempermudah kamu bermain komposisi foto.

4. Pastikan kamera tidak shake alias goyang. Atur posisi tubuh saat memotret. Salah satu yang membuat kamu tidak fokus, misalnya kurang tidur. Bisa juga kamu menggunakan alat bantu berupa tripod atau monopod. Cara lainnya gunakan speed di atas 1/125sec.

5. Perhatikan waktu pemotretan. Waktu yang tepat untuk hasil foto natural saat matahari bersinar sekitar pukul 6-9 pagi dan sekitar pukul 4-6 sore. Serangga masih kurang aktif pada waktu tersebut. Untuk foto ekstrem tidak ada batasan waktu dan sebaiknya menggunakan alat tambahan seperti flash dan peredam cahaya.

6. Perhatikan arah cahaya. Manfaatkan cahaya alam yang berlawanan dengan kamera alias backlight. Ini bisa membuat foto yang dihasilkan lebih indah dan berdimensi. Lensa jangan berhadapan langsung dengan matahari karena bisa jadi siluet. 

7. Gunakan bantuan cahaya bila diperlukan. Alat tambahan seperti flash/speedlite/reflector diperlukan ketika cuaca agak gelap terutama untuk fotografi makro yang meng-close-up objek dengan pembesaran yang ekstrem [di atas 1:1]. Justru foto seperti itu cahaya natural kurang mendukung. Untuk objek berukuran cukup besar macam Lalat Pembunuh Bulu Emas tidak perlu menggunakan flash. Tapi cukup mengandalkan cahaya alam/natural.

8. Dekati objek secara bertahap. Jangan mendekat ke objek dengan tergesa-gesa. Ini memuat objek yang kita tuju kabur karena tidak tenang. Mendekatlah selangkah demi selangkah. Usahakan tidak membuat gerakan yang tidak perlu agar objek merasa aman dan menganggap kehadiran kita bukan ancaman.

9. Hindari penggunaan parfum. Serangga tidak menyukai bau parfum atau wewangian yang berlebihan apalagi menyengat.

10. Berpikir dan bertindak cepat. Saat bertemu dengan objek foto, atur metering. Lantas pertimbangkan komposisi yang tepat sebelum mendekati objek. Ini berguna untuk meminimalisir proses cropping yang berlebihan pada foto dan mengurangi kehilangan momen jika objek cepat berpindah tempat.

11. Perhatikan angle. Angle alias sudut bidik harus sejajar dan tegak lurus dengan objek untuk mendapatkan fokus dan ketajaman yang merata.

12. Jangan merusak habitat serangga. Tak kalah penting dari hasil foto yang bagus adalah kamu tetap menjaga agar mereka tetap hidup. Hati-hati saat melangkah jangan sampai menginjak apalagi merusak tumbuhan yang ada di sana.

13. Perhatikan saat pengolahan foto. Paling mendasar dari foto makro meliputi pengaturan keterangan [brightness], kontras [contrast]. saturasi warna [saturation], mereduksi noise dan mempertajam [sharpness]. Inilah tahapannya:

    » Gunakan foto dengan komposisi, fokus, dan background yang sudah bagus sejak masih di kamera.

    » Lakukan pengaturan brightness, contrast, level, dan lain-lain yang dianggap perlu. Usahakan hasilnya tidak berbeda jauh dari warna aslinya.

    » Lakukan clone stamp untuk merapikan background yang dirasa menganggu.

    » Lakukan cropping foto seminimal mungkin. Itu juga kalau benar-benar diperlukan.

    » Lakukan reduksi noise dan penajaman secukupnya, jika foto terlihat noise dan grain.

    » Tidak direkomendasikan melakukan olah digital yang berlebihan untuk foto natural. [][teks @pohanpow/tipsfotografi.net | foto picturecorrect.com, youtube.com]