}
Redakan Amarah Dengan Trik Bahasa Tubuh
Tips

Redakan Amarah Dengan Trik Bahasa Tubuh

by Dewi
Tue, 28-Jun-2016

Kamu tau The Hulk? Seorang pria biasa yang bisa jadi sangat besar dan hijau saat dia sedang benar-benar marah. Kalimatnya yang terkenal adalah “Don’t make me angry.. You wouldn’t like me when I’m angry.”

Siapapun pasti terlihat nggak menyenangkan saat sedang marah. Dan biasanya kalo lagi marah, ada kalimat-kalimat atau perilaku yang terlontar, yang kemudian kemungkinan besar akan kita sesali. Amarah mengacaukan pikiran. Tapi kalo sudah terpancing kemarahan kita, gimana meredakannya? Nah, coba baca yang berikut ini..

1. Pernah lihat anak kecil yang lagi dimarahin karena kenakalannya? Bahasa tubuh yang muncul adalah menundukkan kepala. Itulah yang terjadi saat kita berada dalam kondisi emosi negatif, cenderung melihat ke bawah. Nah, supaya kondisi tersebut nggak berlarut-larut, lakukan hal sebaliknya, melihat ke atas. Lakukan selama beberapa saat, ini akan memicu timbulnya perasaan yang lebih baik.

2. Atau paksakan sebuah senyuman di wajahmu, tahan selama yang kamu bisa. Biasanya dengan memasang senyum palsu itu beberapa saat, nggak lama kemudian kamu akan merasa kemarahanmu berkurang.

3. Tertawa sejenak. Nggak ada salahnya. Buka video-video lucu dari serial favoritmu atau sekadar tingkah laku hewan yang bikin kamu merasa geli. Tertawa masuk kategori pereda instan untuk amarah.

4. Saat sedang marah, napas kita akan menjadi pendek dan cepat. Untuk menenangkannya cobalah bernapas panjang-panjang. Tarik napas panjang, tahan 5-10 detik, lalu buang perlahan sampai dada terasa “kosong”. Bayangkan kemarahanmu ikut keluar dari pikiranmu bersamaan dengan hembusan napasmu. Lakukan beberapa kali sampai kamu merasa lebih tenang.

5. Kamu tau nggak kalo meditasi bisa untuk menenangkan pikiran, mengontrol emosi, dan membuatmu nggak mudah terganggu? Maka ketika kamu marah, menyingkirlah sebentar dari situasi tersebut. Cari tempat di mana kamu bisa melakukan meditasi selama 10 menit. Jernihkan pikiranmu dan tenangkan diri. Setelah merasa tenang, kamu akan dapat melihat permasalahannya dengan lebih jelas.

6. Kalau memungkinkan, saat kamu benar-benar marah, lakukan hal-hal ini: masuk kamar lalu teriak sekencang-kencangnya, arahkan pukulan-pukulan ke sekitarmu [hati-hati jangan kena benda pecah belah ya], push up atau jumping jack atau squad jump atau segera ke gym dan berlatih angkat berat. Semua itu akan membantu melepaskan kemarahanmu tanpa perlu melemparkannya secara verbal.

7. Usaha terakhir adalah dengan menuliskannya. Menumpahkan semua yang membuatmu marah ke dalam tulisan, ternyata salah satu bentuk terapi juga lho. Memang sih nggak langsung mendapatkan jalan keluarnya, tapi setelah ditulis, kamu akan bisa melihat permasalahan tersebut dari sisi yang berbeda. Dari situ bisa aja kamu mendapatkan solusi. Setelah itu, buang kertas tadi ke dalam tempat sampah. Bayangkan aja kamu telah melempar jauh-jauh kemarahanmu, membuatnya pergi selamanya. [][teks @tantedow/berbagai sumber | foto irelandad.com & booksnotbombs.org]