}
Tips Memotret Gerhana Bulan & Matahari
Tips

Tips Memotret Gerhana Bulan & Matahari

by Pohan
Thu, 21-Jul-2016

Fenomena gerhana bulan dan matahari pada  Maret 2016 sudah berlalu. Bagi fotografer, tentu momen itu sangatlah berharga. Tapi mereka punya tantangan tersendiri. Ketika mereka memotret gerhana bulan, pancaran sinarnya sangat intensif hingga sulit mendapatkan bagian yang paling terang secara rinci. Mungkin suatu saat nanti kamu ingin mengabadikan gerhana bulan atau gerhana matahari dengan kamera. Inilah tipsnya:

Memotret Gerhana Bulan

1. Jika tidak terdapat kontrol manual, lakukan pemotretan pada senja hari. Pakai lampu kilat apabila terlanjur malam.

2. Atur ISO ke angka rendah, 80 atau 100. Gunakan titik fokus "infinityā€¯ di lensa. Jika tidak ada, pakai saja autofocus.

3. Gunakan alat bantuan tripod atau penopang yang kuat. Aktifkan penstabil gambar di lensa. Jika tidak ada tripod, atur ISO ke 400 atau lebih.

4. Persiapkan kartu memori berkapasitas besar agar bisa mengambil gambar beberapa kali secara berkelanjutan untuk mendapatkan hasil terbaik.

5. Tentukan latar belakang yang menarik, misalnya bangunan, pohon, atau objek lain untuk mendukung gambar bulan pada posisi yang tepat.

Memotret Gerhana Matahari

1. Lihat dari layar LCD di kamera. Tidak dianjurkan melihat dari viewfinder kamera karena bisa menyebabkan kebutaan permanen.

2. Gerhana matahari hanya akan terjadi dalam hitungan menit. Tentukan waktu pengambilan gambar dan posisi tempat yang tepat agar pengambilan gambar tanpa halangan.

3. Persiapkan lensa dengan kemampuan zoom yang baik serta filter lensa dengan tingkat intensitas pemblokiran sinar UV yang tinggi, seperti 10 Stop ND Filter.

4. Siapkan kamera di atas tripod. Atur ISO dan aperture terendah. Gunakan shutter speed paling tinggi agar proses gerhana dapat terlihat dengan jelas.

5. Lakukan percobaan sebelum gerhana dimulai untuk mengatur komposisi, fokus, dan ketajaman gambar. [][teks @pohanpow/tempo.co, metrotvnews.com | foto dok. technobuffalo.com, abc7news.com]