}
Makruh dalam Berpuasa Menurut Mazhab Syafi'i
Tips

Makruh dalam Berpuasa Menurut Mazhab Syafi'i

by Pandu
Wed, 31-May-2017

Indonesia dikenal sebagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Negara ini menyumbang 12% dari populasi Muslim di seluruh dunia. Meski begitu, kita tidak mendeklarasikan sebagai negara Muslim. Sebab keragaman adalah ruh bangsa ini. Bhinneka Tunggal Ika adalah janji bersama saat negara ini tercipta.

Sebagai gantinya, untuk mengatur kehidupan beragama dipilihlah mazhab [metode] Imam Syafi’i yang sesuai. Nah menurut Imam Syafi’i ada beberapa hal yang mengurangi pahala puasa [makruh]. Ini nih daftarnya.

1. Bekam

Selama puasa, dilarang bekam atau pun donor darah. Sebab ditakutkan tidak kuat meneruskan puasa lagi.

2. Berciuman

Yang sudah halal aja dimakruhkan apalagi yang belum? Bisa batal puasanya. Jadi jangan dilakukan yaa.

3. Mencicipi masakan

Wah ini sih dilema ibu-ibu yang nyiapin menu berbuka. Cara siasatinnya itu pakai catatan resep pasti sama jangan digarami sebelum buka biar nggak asin.

4. Sikat gigi

Meski masih jadi perdebatan, boleh atau tidaknya. Beberapa ulama ambil kesepekatan, dilarang menyikat gigi selepas Zhuhur.

5. Tidur melulu

Kalau sedikit jadinya pahala. Nah, kalau tidur melulu jadinya makruh. Karena puasa jadinya tidak bermanfaat apa pun Commuters.

6. Berpikiran jorok

Hmm, puasa kan waktunya melatih mengontrol nafsu. Mikirin juga nggak boleh yaa.

7. Berenang

Selama itu bisa dipastikan nggak ada air yang masuk ke tubuh boleh-boleh aja, Berarti harus pakai kostum diving yang lengkap yaa.

8. Kumur berlebihan

Takutnya jadi ketelan waktu kumur. Jadinya boleh wudhu tanpa kumur. Lagi pula kan kumur itu sunnah. [][teks @haabib_onta | foto roguehealthandfitness.com]