LINIKINI Meniti Sampai ke 3.078 Mdpl
Travel

LINIKINI Meniti Sampai ke 3.078 Mdpl

by Pandu
Wed, 24-Feb-2016

Menjelang perayaan Imlek, belum lama ini anggota redaksi LINIKINI mendaki Gunung Ciremai, Kuningan Jawa Barat. Kami meniti Ciremai, memulainya dari kota Kuningan. Berjalan tiga hari dua malam untuk mencapai puncaknya. Meski dihajar hujan empat hari berturut-turut, sejak berangkat hingga pulang, kami masih beruntung bisa pulang lagi dengan selamat hingga bisa membuat laporan ini.

Gunung Ciremai santer dengan pemandangan eksotis sekaligus angker. Menurut mitos, Prabu Siliwangi berdiam di Taman Nasional ini sejak Kerajaan Padjajaran kalah perang. Dulu sebelum mendaki, kuncen [juru kunci] gunung itu biasa memberi wejangan. Tapi sekarang tidak lagi karena mulai dikelola Perhutani. 

Tim kami mendaki via jalur Palutungan karena Linggarjati ditutup akibat cuaca buruk. Jalur Palutungan ada pada ketinggian 1.100 Mdpl. Jaraknya 10 km sampai di puncak. Terdengarnya sih dekat. Tapi ketika dijalani, edan! Gunung ini memang lebih layak bagi pendaki tingkat advance. Meski begitu, kami masih bisa bertemu beberapa pemula yang memilih Ciremai sebagai ‘malam pertama’. Salut deh! 

Kami mulai trek pada Jumat siang. Saat itu cuma kami berempat yang berangkat naik melewati 9 pos. Meniti sampai ke 3.078 Mdpl

Cigowong [5,6 km]

Sampai di sini, kami berada pada ketinggian 1.450 Mdpl. Hanya di pos ini yang tersedia curahan air melimpah. Sebelum meneruskan pendakian, kami mengisi botol kosong karena setelah Cigowong, tidak ada lagi jalur ‘santai’.

Kuta [5,1 km]

Jalur ini berada tepat di tengah tanjakan. Jadi nggak cocok pendaki membangun tenda. Tidak ada juga shelter yang berdiri di pos ini. Sampai di sini berarti sudah setengah perjalanan kami lalui.

Pangguyang Badak [4,5 km]

Baru sampai pada ketinggian 1.800 mdpl, rasa lelah sudah merambat. Lokasinya lumayan luas untuk bisa membangun tenda jika hari mulai gelap. Pendaki disarankan ranger/polisi hutan untuk berkemah saat menjelang  malam. Itu lebih baik daripada ketemu ‘penduduk asli’ Gunung Ciremai.