Hal Yang Nggak Kalian Sangka di Lombok
Travel

Hal Yang Nggak Kalian Sangka di Lombok

by Pandu
Wed, 25-Jan-2017

Saya menghabiskan waktu selama 10 hari di Lombok. Sebagai seorang Jakartaensis dari lahir, ada beberapa hal yang bikin saya melek. Karena perbedaan yang kentara sekali. Bahwa Indonesia itu memang multi-cultural banget.

Bayangin aja, Bahasa Sasak punya orang Lombok itu hasil campuran antara bahasa Melayu, Jawa, Bali, dan Sasak juga.

Ditambah rasa persaudaraan orang Lombok itu tinggi banget. Percaya deh. Filosofinya itu ibarat Lombok [cabai], kalau langsung ditelan nggak akan berefek apapun. Tapi kalau digigit sedikit aja, pedasnya bukan main! Orang Lombok juga begitu, asal nggak digores aja hatinya. Mereka bisa baik dan halus banget.

Jadi kalau main ke Lombok, kalian harus sopan banget dan ingat trivia ini baik-baik.

1. Tuak Hangat

Kalau Tuak Medan jelas memabukkan. Tapi yang ini nggak, karena mayoritas orang Lombok kan Muslim. Jadi tuaknya sudah dimodifikasi. Dari sari pohon aren yang segar, langsung direbus. Rasanya manis mirip bajigur. Berkhasiat buat jaga stamina.

2. Sabung Ayam

Adanya di daerah Cakranegara, Mataram. Bentuk arenanya persis Colloseum di Roma. Kalau hari tertentu, pejudi dari Jakarta suka datang juga untuk ikutan. Taruhan tertinggi itu bisa sampai 100 juta. Gila!

3. Brem

Yang ini bukan makanan, tapi minuman khas Lombok yang beralkohol. Warnanya mirip sirup leci, rasanya sih beda jauh. Untuk satu botol 600ml dihargai 10K. Efek mabuk baru terasa setelah mandi. Hati-hati termasuk keras efeknya.

4. Cilok

Jarak Lombok dan Bandung itu sekitar 1.300km, tapi tetap aja ada yang dagang cilok. Bedanya sih, cilok Lombok lebih mirip bakso, bukan aci yang dicolok. Enak dan murah!

5. Kucing

Untuk propinsi yang mayoritas Muslim, jarang banget lihat kucing. Kebanyakan anjing. Dari 10 hari cuma lihat ada 5 kucing aja. Hmm, kenapa bisa begitu ya?

6. Brotherhood

Rasa persaudaraan Orang Lombok tuh tinggi banget. Saya baru kenal sehari, langsung diajak menginap di rumah. Katanya, Orang Lombok memang terbuka dengan pendatang..

7. Pukul Rata

Selama penjual makanan masih tanya “apa lagi?” jangan sungkan. Pilih aja! kalau nggak sih rugi. Karena untuk satu nasi bungkus dipukul rata harganya 15K. Terserah isinya mau apa. Biasanya sih nasi + 3 lauk. Kenyang pastinya.

8. Beruga

Kalau di Jawa namanya Pendopo. Beruga ini fungsinya buat nerima tamu. Jadi kalau di rumah cuma ada perempuan, tamu wajib duduk di beruga, bukan di ruang tamu.

Makin lama saya di Lombok, makin betah. Kecuali untuk makanan yang rata-rata pedas rasanya. Kalau saja nggak ingat kerja dan Ibu yang nunggu di rumah. Saya mungkin nggak akan pulang. [][teks & foto @haabibonta]