Mengenal Istana Kepresidenan Republik Indonesia
Travel

Mengenal Istana Kepresidenan Republik Indonesia

by Intern 2
Fri, 18-Aug-2017

Setiap negara biasanya memiliki istana, baik itu istana kerajaaan, maupun istana kepresidenan. Istana di beberapa negara memang digunakan untuk kediaman Kepala Negaranya, tapi dapat digunakan untuk kantor bagi orang nomor satu di sebuah negara atau pun sebagai ikon negara.

Dulu Istana cenderung untuk kediaman raja-raja atau orang kaya, sebelum berdirinya sebuah negara. Di Indonesia, beberapa gedung istana kepresidenan merupakan bekas gedung petinggi-petinggi pada zaman penjajahan sebelum Indonesia merdeka. Berikut enam bangunan yang dijadikan Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

1. Istana Negara, DKI Jakarta

foto presidenri.go.id

Lokasinya di Jalan Veteran, Jakarta dan menghadap ke Sungai Ciliwung. Istana ini membelakangi Istana Merdeka yang menghadap ke Taman Monumen Nasional dan dihubungkan oleh halaman tengah di dalam kompleksnya. Lingkungan Istana Negara meliputi beberapa bangunan lain, yaitu: Kantor Presiden, Wisma Negara, Mesjid Baiturrahim, dan Museum Istana Kepresidenan. Istana ini fungsinya  difokuskan untuk kegiatan resmi kepresidenan, yaitu sebagai kantor Presiden Republik Indonesia.

2. Istana Merdeka, DKI Jakarta

foto wikimedia.org

Istana Merdeka terletak di Jalan Merdeka Utara dan menghadap ke Taman Monumen Nasional. Kompleks Istana Merdeka dan Istana Negara luasnya mencapai 6,8 hektar dan berada di jantung ibukota negara. Awalnya istana ini adalah tempat kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda hingga pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, yang lokasinya satu kompleks dengan Istana Negara dan Bina Graha. Saat ini Istana Merdeka digunakan untuk penyelenggaraan acara-acara kenegaraan, seperti peringatan Proklamasi Kemerdekaan dan upacara menyambut tamu kenegaraan.

3. Istana Bogor, Kota Bogor

foto tempat.go.id

Istana Kepresidenan Bogor berada di Jalan Ir. H. Juanda No. 1, Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Berdiri di pusat kota Bogor, istana ini memiliki tanah berkultur datar, dengan luas sekitar 28.86 hektar, pada ketinggian 290 meter dari permukaan laut. Itu sebabnya, kota ini tergolong ke dalam kota yang beriklim sedang, dengan hawa yang sejuk. Udara di sekitar istana ini senantiasa bersih dan segar karena kota ini juga menyandang julukan “kota hujan”. Istana yang kini menjadi kediaman Presiden Ir. Joko Widodo ini juga dikelilingi hutan dari Kebun Raya Bogor, dan juga rusa-rusa yang dibiarkan lepas di halaman Istana Bogor.

4. Istana Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

foto panoramio.com

Salah satu Istana Kepresidenan ini terletak di kaki Gunung Gede, Jawa Barat. Terletak di Desa Cipanas, Kabupaten Cianjur, istana ini digunakan untuk tempat peristirahatan Presiden dan Wakil Presiden. Luas kompleknya lebih kurang 26 hektare, dengan bangunan yang hanya seluas 7.760 m2. Selebihnya, area ini dipenuhi dengan tanaman dan kebun tanaman hias, perkebunan sayur, dan sebagian ditata dengan hutan kecil. Kata Cipanas sendiri berasal dari Bahasa Sunda. Ci atau cai yang berarti “air” dan panas yaitu “panas”.  Di dalam kompleks ini juga mempunyai sumber air panas yang mengandung belerang.

5. Istana Gedung Agung, Kota Yogyakarta

foto boombastis.com

Terletak di ujung selatan Jalan Achmad Yani [dulu Jalan Malioboro], Kota Yogyakarta. Kompleks Istana Kepresidenan ini berdiri juga berseberangan dengan Museum Benteng Vredeburg. Dinamakan Gedung Agung atau Gedung Negara. Biasanya dipakai sebagai tempat penerimaan tamu-tamu agung. Istana ini juga memiliki sejarah penting tentang kehidupan Bangsa Indonesia. Istana Gedung Agung memiliki enam bangunan utama, yaitu: Gedung Agung [gedung utama], Wisma Negara, Wisma Indraphrasta, Wisma Sawojajar, Wisma Bumiretawu, dan Wisma Saptapratala. Bangunan utama yaitu bangunan Gedung Agung tidak memiliki perubahan sejak didirikan tahun 1869.

6. Istana Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali

foto klikhotel.com

Nama Tampaksiring berasal dari dua kata dalam Bahasa Bali, yaitu "tampak" [telapak] dan "siring" [miring]. Menurut legenda, Tampaksiring berasal dari bekas telapak kaki raja yang bernama Mayadenawa.  Berlokasi di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, istana ini berdiri atas prakarsa Presiden Ir. Soekarno yang menginginkan adanya tempat peristirahatan bagi Presiden Republik Indonesia beserta keluarga dan bagi tamu-tamu negara yang berkunjung ke Bali.

Lokasinya yang jauh dari tempat keramaian, dan berudara sejuk, serta menghadap ke Gunung Batur, menjadikan area ini cocok sebagai lokasi Istana Kepresidenan. Wisma Merdeka, yang merupakan salah satu bangunan di Istana Kepresidenan Tampaksiring juga pernah dipakai Ir. Soekarno, untuk mencari inspirasi sekaligus merumuskan pemikiran-pemikiran dan pidatonya. Saat ini Istana Tampaksiring dijadikan tempat wisata untuk umum dalam waktu tertentu. [][teks @apra_manuela/setneg.go.id | foto dok. @apra_manuela, kompasiana.com, berbagai sumber]