Melihat Kembali Kejayaan Kedatuan Sriwijaya
Travel

Melihat Kembali Kejayaan Kedatuan Sriwijaya

by Intern 2
Wed, 22-Nov-2017

Di kala ku merindukan keluhuran dahulu kala. Kutembangkan nyanyian lagu Gending Sriwijaya.

Begitulah penggalan awal lagu "Gending Sriwijaya". Tembang tersebut menggambarkan kerinduan akan kejayaan kerajaan ini.

Kedatuan Sriwijaya atau Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan bahari terbesar di bumi Nusantara ini, yang pernah menyatukan Indonesia bagian Barat. Tak hanya itu, Sriwijaya juga pernah menduduki wilayah Malaysia, Kamboja, dan Thailand Selatan. Letaknya yang strategis, dan menguasai jalur perdagangan internasional, ditambah sumberdaya alam yang melimpah membuat kerajaan ini menjadi besar. Kedatuan Sriwijaya mencapai puncak kejayaan di bawah pemerintahan Raja Balaputeradewa.

Untuk mengingat sejarah kerajaan maritim terbesar ini, Museum Nasional menggelar Pameran Kedatuan Sriwijaya: The Great Maritim Empire. Pameran ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak 4 November hingga tanggal 28 November 2017. Lokasi pameran ini terletak di ruang pameran temporer, Gedung Museum B.

salah satu bukti sejarah Kedatuan Sriwijaya  [foto markijar.com]

Masuk ke Gedung B, kita akan disambut dengan ramah oleh petugas loket. Ya, masuk ke museum tidak gratis Commuters, hanya diwajibkan membayar Rp. 5.000 saja. Pengunjung diwajibkan mengisi buku tamu juga. Setelah itu kita akan diarahkan menuju tempat penitipan barang, dan wajib. Bukan apa-apa, sebab barang-barang di museum itu langka, takutnya pengunjung membawa pulang bawang tersebut. Masih ingat nggak, kasus hilangnya artefak emas dan benda bersejarah lainnya di museum ini?

Di gedung B ini juga disediakan foto booth bergambar peta perdagangan pada masa itu, sehingga pengunjung bisa berfoto bersama keluarga, pasangan, maupun teman. Yang sendirian foto sama siapa ya? Hehe. Selain itu, ada juga kreasi masyarakat dari Sumatera Selatan yang dijual kepada pengunjung yang datang. Banyak lho, ada makanan, minuman khas rempah Indonesia, pakaian juga ada kok. 

Menuju ke ruangan pameran, kita akan disambut booth yang menceritakan sedikit mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya. Untuk lebih memahami mengenai kejayaan kerajaan maritim ini, kita wajib mengisi buku tamu lagi Commuters. Baru deh, kita bisa masuk ruang pameran.


Ternyata masuk ke ruangan ini dijamin 100% nggak bosan! Kenapa? Ya kenapa? Karena pameran ini di sulap seperti khasnya sebuah kapal. Jadi, lantai kayu yang berdecik, tiang kapal, jaring, dan tali khas jangkar kapal 'zaman old' menghiasi ruangan. Diceritakan pertama kali, Biksu I-Tsing yang berasal dari China, dalam perjalanannya ke India, singgah dan belajar selama 6 bulan di Sriwijaya. Nah, selama 6 bulan itu juga, I-Tsing menulis mengenai Kerajaan Sriwijaya. Tulisannya inilah menjadi bukti tertua mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya. Begitu Commuters.