}
Tiga Travel Vlogger Asal Kanada, Ditemukan Meninggal di Air Terjun
Travel

Tiga Travel Vlogger Asal Kanada, Ditemukan Meninggal di Air Terjun

by Intern 2
Wed, 11-Jul-2018

Dunia travel vlogger dan blogger berduka.

Melansir dari media online Kanada, seperti Vancouversun.com dan TimesColonist.com, tiga YouTuber atau biasa disapa Vlogger asal Vancouver, Kanada ditemukan meninggal di air terjun Shanon Falls, Squamish-Lillooet D, British Columbia, Kanada.

Tiga travel vlogger terkenal ini meninggal setelah disapu ke salah satu kolam air terjun Shannon Falls di Squamish, British Columbia, Kanada, Selasa [3/7].

Tiga travel vlogger asal Vancouver, Kanada ini di antaranya, Ryker Gamble, Alexey Lyakh, dan Megan Scraper. Mereka memiliki akun YouTube yang dikenal “High On Life”, memuat konten tentang perjalanan.

Berikut salah satu video travel dari mereka yang diposting pada akun YouTube "High On Life".


Anggota keluarga Ryker Gamble mengkonfirmasi kepergiannya ke Postmedia dalam sebuah pernyataan.

Menurut National Post Canada, Gamble, Lyakh, dan Scraper, semuanya berusia akhir 20-an dan awal 30-an.

Pesan belasungkawa disampaikan dalam bentuk online dari teman, keluarga, dan pengikutnya di media sosial.

“Dunia telah kehilangan manusia yang hebat dengan meninggalnya Ryker Gamble. Kepribadian Anda yang cerah akan sangat dirindukan,” tulis seseorang di Facebook dikutip dari TimesColonist.com.

"Semoga Anda memiliki banyak petualangan di mana Anda sekarang," tulis yang lain.

Awal perjalanan ketiga travel vlogger ini memulai video perjalanannya, pada saat mereka di sekolah menengah dan mempertahankan persahabatan mereka meskipun sewaktu kuliah terpisah. 

Mereka akhirnya naik menjadi sukses dan terkenal hingga saat ini ketika mereka mulai bepergian dan menyusun cuplikan petualangan mereka, lalu mempostingnya untuk jutaan pemirsa.

Pada Selasa [3/7], ketiganya mendaki Shannon Falls dan masuk ke salah satu kolam untuk berenang. Ketika Megan Scraper tergelincir dan jatuh, Lyakh dan Gamble berusaha untuk menyelamatkannya tetapi semuanya juga hanyut ke dalam kolam 30 meter di bawah tersebut.

Sebuah operasi pencarian dan penyelamatan rumit yang membentang menjadi dua hari berubah menjadi misi pemulihan. Rabu [4/7] malam, Squamish RCMP [Departemen Kepolisian British Columbia, Kanada] menegaskan bahwa kru darurat membuat jatuhan udara ke area pegunungan yang curam dengan akses tali, dan memulihkan tubuh.

“Saat ini semua tim sedang dibersihkan dari area tersebut hingga taman tersebut ditutup. Saya tidak bisa mengatakan cukup tentang pekerjaan terampil luar biasa yang dilakukan hari ini oleh tim RCMP bersama dengan Squamish SAR, ”kata Cpl. [Civil Pilot Licence], Sascha Banks dikutip dari TimesColonist.com.

Sascha mengatakan aliran air yang deras dan medan yang sangat sulit merupakan tantangan bagi para kru yang terlibat dalam upaya tersebut.

Sejak Sea to Sky Gondola dibuka pada tahun 2014, lokasi ini telah mendapatkan popularitas dari penduduk setempat dan wisatawan.

Namun mengingat tragedi ini, RCMP dan tim Squamish SAR mengingatkan masyarakat bahwa sistem kolam dan area yang sulit dijangkau ini dapat menimbulkan risiko serius.

"Kecuali Anda memiliki pengetahuan tentang daerah itu, keahlian dan peralatan yang tepat," tegas Sascha Banks.

John Willcox dari tim Squamish SAR, mengatakan mereka telah menanggapi sejumlah kecelakaan di kolam, meskipun menambahkan bahwa ini adalah kematian pertama yang dia tanggapi, yaitu korban jatuh sekitar 30 kaki.

“Kami memiliki sejumlah anjing yang telah masuk ke air, dan orang-orang yang telah tergelincir ke dalam air juga. Untungnya di masa lalu mereka bisa diselamatkan, ” kata John Willcox.

John juga menambahkan granit yang terdapat di air terjun itu diukir dengan air selama ratusan tahun, sangat licin, ditambah dengan semprotan dan beberapa lumut yang menumpuk di atasnya, sehingga banyak orang yang tidak menyadari betapa licinnya air terjun tersebut. [][teks @yolabonnita/TimesColonist.com, National Post Canada, Vancouversun.com | foto tubefilter.com, globalnews.ca]