}
Gerai Starbucks Berbahasa Isyarat di Washington
Travel

Gerai Starbucks Berbahasa Isyarat di Washington

by Intern
Tue, 24-Jul-2018

Kedai kopi asal Amerika Serikat Starbucks berencana membuka gerai bagi kaum tunarungu di Washington DC pada Oktober 2018 mendatang. Gerai tersebut akan dibangun di dekat Universitas Gallaudet, yang merupakan tempat bagi mahasiswa tunarungu atau orang-orang yang mempunyai kesulitan pendengaran.

Dilansir dari CNN Travel, perusahaan yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat itu akan merektrut 20 karyawan tunarungu. Nantinya, karyawan tersebut akan dituntut untuk fasih dalam menggunakan American Sign Language [ASL] atau bahasa isyarat.

Rossann Williams, Wakil Presiden Eksekutif Starbucks di Amerika menyatakan bahwa hal ini merupakan momen bersejarah bagi kedai kopi yang telah berdiri sejak 1971 itu. Menurut Williams, adanya hubungan dan keterlibatan antara komunitas tunarungu akan memudahkan akses bagi orang yang memiliki keuslitan pendengaran untuk membeli produk Starbucks.

“Ini adalah momen bersejarah dalam perjalanan Starbucks untuk terhubung dengan komunitas tunarungu. Mempekerjakan dan melibatkan mereka untuk terus mencari cara agar mudah diakses dan ramah kepada semua orang," jelasnya dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman tentang pembukaan gerai bagi kaum tunarungu disambut positif oleh komunitas tunarungu. Meskipun toko ini merupakan yang pertama di Amerika, ternyata Starbucks pernah bekerjasama dengan komunitas tunarungu di negara lain.

Sebuah gerai Starbucks di Malaysia membuka lowongan pekerjaan bagi barista tunarungu pada tahun 2016. Selain itu, toko tersebut juga dihiasi dengan hiasan dinding bertuliskan “Starbucks” dalam bahasa isyarat.

Nantinya, gerai cabang di kawasan Washiton DC itu juga akan merancang ruangan khusus bagi kaum tunarungu. Unsur-unsur seni yang menghiasi toko juga akan dibuat seniman dari Universitas Gallaudet. Tak hanya itu, gerai tersebut dapat digunakan bagi komunitas tunarungu lokal yang ingin yang menyelenggarakan acara. [][teks @amuspitsari | foto cnn.com & washingtonpost.com]