}
Santa Cruz, Pulau Padat yang Tidak Memiliki Polisi
Travel

Santa Cruz, Pulau Padat yang Tidak Memiliki Polisi

by Intern
Thu, 16-Aug-2018

Santa Cruz del Islote, banyak dari Commuters yang mungkin belum tahu tentang pulau ini. Terletak di Teluk Morrosquillo, Santa Cruz merupakan bagian dari San Bernardo Archipelago, kumpulan pulau karang milik negara Kolombia. Faktanya, Santa Cruz merupakan salah satu pulau terpadat di dunia.

Dilansir CNN Travel, sebuah legenda mengatakan bahwa nelayan dari pulau sekitar Santa Cruz sering menghabiskan malam di sana. Menurut legenda tersebut, para nelayan itu menyadari bahwa di Santa Cruz tidak terdapat nyamuk, sehingga memutuskan untuk menetap secara permanen. Masyarakat lokal percaya bahwa Santa Cruz bebas dari nyamuk karena tidak adanya pantai dan hutan bakau.

Di Santa Cruz, jangan harap kalian dapat menginap di hotel, Commuters. Karena Santa Cruz bukanlah tempat untuk beristirahat atau menginap. Tidak ada tempat menginap bagi turis. Biasanya, para pelancong bermalam di Hotel Punta Faro di Pulau Múcura dan melakukan perjalanan ke Santa Cruz dengan kapal cepat selama beberapa jam.

Pulau Padat

Rumah-rumah dicat penuh warna diwariskan turun-temurun, tak ada yang dapat dikatakan sebagai penduduk asli Santa Cruz. Pulau seluas dua kali lapangan bola itu dihuni sekitar 1.200 jiwa, namun beberapa sumber mengatakan jumlahnya tidak sebanyak itu. Salah satunya adalah Juve Nal, seorang pemandu wisata di Santa Cruz yang mengatakan bahwa penduduk pulau itu berjumlah sekitar 900 jiwa.

“Kami merasa kesal karena media selalu mengatakan Pulau Santa Cruz lebih ramai daripada itu,” gerutu Nal.

Banyak spekulasi tentang jumlah pasti penduduk di Santa Cruz. Hal itu karena di Santa Cruz tidak pernah dilakukan sensus penduduk selama beberapa dekade. Terdapat sekitar 115 rumah yang penuh sesak dan saling berimpitan satu sama lain. 

“Ini adalah kekuatiran untuk masa depan. Kami kehabisan lahan, dan saya tidak tahu apa jawabannya. Kami tidak bisa terus membangun rumah ke atas,” aku Nal.


Nal bercerita bahwa tidak ada polisi di Santa Cruz. Dia juga menunjukkan berbagai fasilitas yang ada di pulau padat penduduk itu, seperti sebuah gereja, sekolah, dan lainnya.

“Tak ada kejahatan di sini. Kami tidak punya polisi dan kami tidak membutuhkan mereka juga,” katanya dengan bangga.

Santa Cruz baru saja menjalin kerjasama dengan Hotel Punta Faro dengan membentuk akuarium konservasi. Hal ini untuk menjaga ekosistem laut agar tetap seimbang. Sebelumnya, penduduk di Santa Cruz memperlakukan hewan seperti kura-kura sama dengan ayam, membunuh mereka untuk diambil dagingnya.

Mengunjungi Santa Cruz

Pengunjung diminta untuk membayar 3.000 peso [1 dollar] saat datang ke Santa Cruz. Menurut Nal, dahulu wistawan yang berkunjung ke Santa Cruz dengan mudahnya datang dan mengambil foto penduduk sekitar seolah-olah mereka pergi ke kebun binatang.

“Itu sangat tidak sopan. Sekarang kami mengenakan biaya, dan kami memberi mereka tur, sehingga para turis menyadari bahwa kami tidak hanya di sini untuk dilihat. Ttetapi sebaliknya, mereka dapat belajar tentang budaya kami,” jelas Nal.


Penduduk di Santa Cruz sangat menyayangi daerahnya. Mereka tidak ingin meninggalkan Santa Cruz meskipun ada kekuatiran bahwa pulau itu memiliki potensi untuk tenggelam. Menurut Alejandro Alzate, General Manager dan Co-owner Punta Faro, mengatakan Santa Cruz mengalami banjir air laut secara berkala, dan mungkin suatu hari menghilang. 

"Kami senang. Setiap hari saya bangun untuk mendengar suara dan pemandangan laut. Saya tidak ingin tinggal di tempat lain," tegas Nal. [][teks @amuspitasari/CNN Travel | foto CNN Travel, alexanderrieser.com & mybestplace.com]