Anak Krakatau Bagai  Bayi Monster yang Tertidur
Travel

Anak Krakatau Bagai Bayi Monster yang Tertidur

by Pandu
Wed, 12-Aug-2015

Indonesia disebut sebagai negara rawan bencana karena berada di garis cincin. Dari Sabang sampai Merauke terbentang gunung-gunung berapi aktif yang bisa meletus sewaktu-waktu.

The Guinness World of Record mencatat bahwa Gunung Krakatau di Selat Sunda termasuk yang letusannya paling hebat. Erupsi gunung ini menciptakan tsunami dahsyat yang mengambil 36.000 nyawa. Material bumi tersembur hingga ke Srilanka. Kabut asap dan suara ledakannya bahkan sampai menutupi 1/8 bagian bumi.

Tapi sudahlah, itu sejarah dari Ibu Krakatau. Sekarang yang sedang terbaring, Anak Krakatau, gunung baru yang lahir 40 tahun sejak letusan tahun 1883.

Boleh dibilang, Anak Krakatau bagai sosok monster bayi yang sedang tertidur nyenyak. Meski begitu, lokasi ini kini menjadi destinasi wisata favorit bagi traveller lokal. Setiap tahunnya, gunung ini bertambah tinggi 6,8 meter.

Tidak seperti pulau lain yang rimbun pohon dan ditinggali manusia, Gunung Anak Krakatau dipenuhi pasir hitam yang menguak dari perut bumi. Cuma ada beberapa wilayah yang terkover oleh tumbuhan. Ketika diinjak, gunung itu rasanya bergetar. Persis seperti ketika memegang perut bayi yang kelaparan. Kadang juga terdengar suara gemuruh yang mirip dengkuran.

Cagar alam ini bisa dijangkau lewat Pantai Carita, Anyer, atau Pelabuhan Canti, Lampung. Kau akan diantar menggunakan kapal nelayan atau speedboat sampai ke kaki gunung. Sementara untuk sampai ke puncak diperlukan waktu 45 menit-1,5 jam. Mendekati puncak, asap akan mengepul dari kawah. Lihat sekeliling, terbentang pemandangan luas ke arah Sumatera dan Sunda.

Waktu terbaik ke tempat ini ketika musim panas. Tanya penduduk lokal juga tentang aktivitas gunung. Jika siaga, itu artinya masih aman. [][teks @HaabibOnta/berbagai sumber | foto wikimedia]