}
Metamorfosa Alter-ego David Bowie
Trivia

Metamorfosa Alter-ego David Bowie

by Pandu
Wed, 13-Jan-2016

Semua tentu mahfum, David Bowie wafat pada Senin [11/01] akibat kanker ganas. Bahkan ia kini telah jadi lebih besar dari sekadar legenda musik pop.

Segala tingkah laku, musikalitas, hingga gaya dandannya telah menginfluensi dunia. Lihatlah, poster model rambut Top Collection di barbershop, pasti ada model rambut David Bowie yang pendek di atas tapi panjang di belakang. Itu baru sekedar gaya rambut, belum gaya panggung yang diikuti Lady Gaga.

David Bowie memang seorang visioner gila yang tak terkekang rantai. Dia punya empat alter ego yang berbeda yang telah ia 'bunuh' jika mulai membosankan. Jika ada yang menyebutnya gimmick, itu salah. Masing-masing persona itu ibarat kabaret  bagi dirinya sendiri.

1. Ziggy Stardust [1972]

“Itu adalah diriku yang sebagian dari sci-fi rock dan sebagian lagi pemain teater Jepang. Di tahun itu, pakaian yang dipakai Ziggy agak tidak senonoh. Tidak ada yang pernah melihat [pria] berpakaian itu.” – David Bowie saat interview bersama Joe Smith tahun 1988.

2. Halloween Jack [1974]

Sekilas Halloween Jack mirip Ziggy Stardust, tapi tidak. Keduanya jelas berbeda. Ziggy Stardust adalah pria yang jatuh dari Mars. Halloween Jack, lelaki berandalan yang menginfluensi cara berdanda anak punk yang urakan dan keluar pakem. “Halloween Jack bagiku seperti kucing yang keren.” kata David Bowie.

3. Thin White Duke [1976]

Seiring dengan keluarnya album ke-10, persona ini muncul ke publik. Bowie seolah terlahir kembali, jauh dari eksentrik. Rambutnya pirang, menggilap disisir halus ke belakang, pakai kemeja sewajarnya, yang dilengkapi rompi. Elegan sekali. Ia mengaku terinspirasi dari peran yang ia mainkan dalam film The Man Who Fell To Earth. Fariz RM pun terlihat mirip dengan persona ini.

4. Major Tom [1969]

Major Tom adalah alter-ego paling pertama dari David Bowie. Sosok ini terdengar jelas pada lagu debutnya “Space Oddity”. Persona ini muncul lagi tahun 1980, di lagu “Ashes to Ashes”. Dengan persona ini, David Bowie seperti seorang junkie yang bisa terbang sampai ke surga. Selalu memadat pada saat senggang.

Masing-masing persona itu menyimpan  kegilaan dari David Bowie yang sulit terbendung. Ia tidak pernah mengikuti pakem bermusik tertentu, apalagi menjadi pengekor dari sebuah trend. Dalam wawancara bersama Joe Smith, Bowie bilang,” Aku tidak melihat diriku sebagai rock star atau semacamnya.”

Bowie menilai, semua persona itu hanyalah satu momen. Mereka hanya kartun, Tapi Ziggy memang berharga untuk dua album.

"Lalu aku tak bisa lagi menulis apapun tentangnya atau dunia. Saat itu mereka binasa.” tegasnya. [][teks @HaabibOnta | sumber & foto berbagai media]