}
Berbagai Legenda Pesugihan
Trivia

Berbagai Legenda Pesugihan

by Dedi
Mon, 08-Feb-2016

Pesugihan memiliki makna suatu upaya untuk mencari kekayaan berlimpah dengan bantuan gaib yang kadang menuntut pengorbanan, imbalan, serta tumbal.

Walau ritual pesugihan dianggap di luar logika, tapi sejak dahulu sampai sekarang masih banyak yang mempercayainya.

Sekadar catatan, sekaligus peringatan, bahwa cara-cara di bawah ini sebaiknya tidak diikuti, karena punya risiko dan konsekuensi yang amat berat dalam hidup, di masa kini dan di masa nanti. Berikut ini di antaranya:

1. Pesugihan Nyi Blorong

Wujud Nyi Blorong dikatakan berbentuk ular naga. Pelaku pesugihan akan mendapatkan kekayaan berupa sisik-sisik emasnya yang rontok di tempat tidur setelah melakukan sebuah ritual. Mitosnya, kekayaan dari pesugihan Nyi Blorong hanya bisa didapat sampai dua periode. Sebagai tebusan, nyawa pelaku pesugihan akan menjadi pengikutnya jika telah meninggal.

2. Pesugihan Lereng Merapi

Dilakukan dengan berdoa di sebuah makam yang dipercaya sebagai makam orang sakti di kawasan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Pelaku pesugihan akan memasang sesaji berupa jajan pasar dan kembang tujuh rupa dan berdoa minta berbagai permohonan di tempat yang dikenal dengan nama Watu Tumpeng ini.

3. Pesugihan Munding Seuri

Terletak di sebelah Tenggara kawasan Gunung Gede, Cibodas yang dipercaya sebagai makam Raden Surya Kencana yang beristrikan mahluk halus. Ritual pesugihan dilakukan pada saat bulan purnama dan terdiri dari beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pelaku pesugihan juga harus merelakan wajah anaknya cacat untuk mendapatkan kekayaan.

4. Pesugihan Tuyul

Dikatakan di Desa Palar, Klaten, Jawa tengah terdapat pohon ketos raksasa tempat kerajaan tuyul terbesar yang dipercayai sebagai putra wayah Eyang Bondho. Setelah pelaku pesugihan memberikan sejumlah "mas kawin', sang juru kunci akan memberikan sepasang kantong berwarna putih yang melambangkan 2 sosok tuyul.

5. Pesugihan Bulu Genderuwo

Pelaku pesugihan diharuskan memasak burung gagak untuk dipersembahkan kepada genderuwo di bawah pohon gayam yang telah ditentukan. Ketika gendruwo menyantap masakan burung gagak tadi, pelaku pesugihan harus bergerak cepat mencabut bulu di tubuh gendruwo yang berkhasiat untuk membawa kekayaan.

6. Pesugihan Sate Gagak

Dilakukan dengan berjualan sate gagak kepada arwah gentayangan yang dilakukan dengan ritual tertentu pada tengah malam. Pesugihan ini konon bisa mendapatkan puluhan juta dalam semalam, asalkan punya nyali tinggi untuk menghadapi para pembeli yang berwajah menyeramkan. [][teks @dd_sarwono/indospiritual.com | foto berbagai sumber]