}
Klasifikasi Pelangi
Trivia

Klasifikasi Pelangi

by Pandu
Mon, 27-Apr-2015

Pelangi-pelangi alangkah indahmu. Merah, kuning, hijau, di langit yang biru..”

Sehabis hujan hilang dari langit, dari balik awan yang mendung munculah pelangi. Menurut mitos, di ujung pelangi tersimpan harta karun milik kurcaci. Tapi belum ada yang pernah menemukannya.

Katanya sih, dilihat dari bentuknya, pelangi ada 10 jenis. Hummm, mungkin tergantung pada berapa banyaknya jumlah harta karun si kurcaci.

1. Pelangi Primer - Bentuk pelangi paling familiar. Satu busur dengan warna yang beragam. Sayangnya, yang ini sudah jarang terlihat di langit Jakarta.

2. Pelangi Sekunder - Kalau lihat ada dua pelangi di langit, yang kedua disebut pelangi sekunder. Bentuknya dua kali lebih besar daripada yang utama. Tapi warnanya kurang jelas.

3. Alexander’s Dark Band - Hasil gabungan dari pelangi utama dan sekunder yang membentuk langit yang terlihat amat dramatis. Di bagian dalam pelangi, langit sangat terang akibat pantulan cahaya. Sementara luarnya begitu gelap menyeramkan.

4. Pelangi Figuran - Namanya sesuai dengan bentuknya. Pelangi figuran cenderung kecil. Bisa dijumpai di bawah air terjun ketika pagi hari.

5. Pelangi Merah - Sering juga disebut Pelangi Monokrom karena cuma merefleksikan satu warna saja. Jika terjadi hujan menjelang senja atau fajar, pelangi merah bisa terlihat.

6. Awan Pelangi - Bentuknya tidak melengkung seperti biasa. Tapi lebih lebar dan pipih mengikuti bentuk si awan. Sebetulnya, hampir mirip aurora.

7. Pelangi Kembar - Pelangi ini terlihat seperti bercabang di pangkalnya, padahal tidak. Pelangi ini tercipta dari kombinasi genangan air yang kecil dan besar.

8. Refleksi Pelangi - Jika ada genangan air lain di dekat pelangi primer dan sekunder, refleksi baru akan tercipta. Hanya saja ia tidak membujur. Membentang di antara primer dan sekunder.

9. Roda Pelangi - Ini adalah pelangi primer yang warnanya terganggu sinar matahari. Sinar itu hanya keluar sedikit dari balik awan mendung.

10. Pelangi Purnama - Ini yang paling jarang terlihat karena terjadi ketika malam dengan bulan purnama dan setelah hujan. Paling mungkin itu terjadi  di dekat air terjun. [][teks @HaabibOnta | foto apod.nasa.gov]