}
Lima Pendaki Sepanjang Masa
Trivia

Lima Pendaki Sepanjang Masa

by Pandu
Sun, 07-Aug-2016

Agak terlalu berlebihan jika disebut yang terbaik, karena pasti suatu waktu bakal ada yang jauh lebih baik. Sebab itu kami memasukkan ke kategori sepanjang masa.

Biarpun ada yang lebih baik, kehebatan lima pendaki ini akan tetap melegenda. Tanpa pernah bisa tergeser sekalipun. Cerita pendakian mereka akan selalu membara seperti kayu bakar yang hadir untuk menghangatkan malam. Di antara tiupan angin lembah dan pucuk edelweiss yang menggigil, mari bercerita tentang mereka.

#1. Sir Edmund Hillary & Tenzing Norgay

Edmund & Tenzing adalah dua orang yang pertama yang berhasil mencapai Puncak Everest tahun 1953. Tenzing sempat menyelamatkan hidup Edmund ketika ia hampir jatuh ke jurang. Yang kocak, kebanyakan foto di puncak itu muka Tenzing, karena hanya Edmund yang bisa mengoperasikan kamera. Oh dan kebanyakan pendaki pakai jalur mereka ke Puncak Everest karena relatif paling mudah.

#2. Achille Compagnoni & Lino Lacedelli

K2 adalah gunung tertinggi di dunia, Achille dan Lino yang pertama kali tiba di puncak tahun 1954. Di antara pendaki, K2 lebih gila daripada Everest meskipun sedang musim bagus. Atas pencapaian itu, keduanya dianugerahi simbol Knight of the Grand Cross dan dianggap pahlawan oleh orang Italia.

#3. Reinhold Messner

Mendaki sejak umur lima tahun. Telah menyelesaikan komplek Pegunungan Himalaya, solo, dan tanpa tabung oksigen. Gevlek! Buat Messner membawa oksigen berarti melecehkan udara segar di Gunung. Ia sudah kehilangan 7 jarinya karena frostbite dan adiknya selama pendakian.

#4. Apa Sherpa

Disebut juga Super Sherpa, karena ia yang memegang rekor summit paling banyak di Puncak Everest. Duapuluh satu kali! Gevlek! Memulai karier sebagain porter untuk menghidupi keluarga dan jadi ketagihan. Apa juga sudah melintasi Nepal-Himalaya sejauh 1.700km. Naik turun gunung! Edan!

#5. Soe Hok Gie

Deretan pendakian Gie belum sehebat empat nama di atas. Tapi, pendakian terakhir Gie ke Semeru menginspirasi orang lain untuk mendaki. Apalagi pusinya yang berjudul "Mandalawangi-Pangrango", sudah banyak dikutip untuk caption foto. Bohong, jika pendaki lokal tidak terinspirasi olehnya. [][teks & foto @HaabibOnta]