}
Teknik Pengawetan Makanan
Trivia

Teknik Pengawetan Makanan

by Sherra
Tue, 20-Sep-2016

Pada dasarnya, makanan perlu diawetkan supaya tahan lama. Nggak melulu harus dengan bahan pengawet, dimasukan ke dalam kulkas pun cukup. Jadi, makanan yang ingin digunakan atau dikonsumsi pada lain hari  juga bisa. Pengetan makanan itu beragam caranya. Simak ya..

1. Pendinginan

Buah, sayuran, daging, susu dan bahan makanan lain yang dimasukkan ke lemari pendingin akan bertahan lebih lama. Bener kan? Makanya, banyak dianjurkan untuk menyimpan makanan atau minuman di kulkas setelah kemasannya dibuka.

2. Pembekuan

Bahan makanan yang dibekukan umumnya lebih awet dibandingkan yang hanya didinginkan di dalam kulkas. Pembekuan akan menghilangkan kadar air pada makanan yang bisa menyebabkan berkembangnya mikroorganisme. Makanya kadang daging pun disimpan dalam freezer.

3. Pengasapan

Teknik ini pada dasarnya adalah penggabungan teknik pengasinan, pengeringan, pemanasan dan pengasapan untuk membunuh bakteri dan pengawetan. Pengasapan biasa diterapkan pada daging atau ikan.

4. Vakum

Ada juga makanan yang disimpan dengan cara dikemas tanpa udara untuk mencegah berlangsungnya reaksi kimiawi dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Jadi plastik untuk menyimpan makanan sengaja dibuat kedap dengan teknik vakum.

5. Pengeringan

Mikroorganisme menyukai tempat yang lembab atau basah. Bahan makanan yang mengandung protein dan karbohidrat baik diawetkan dengan cara pengeringan untuk mencegah pembusukan.

6. Pengasinan

Atau dikenal juga penggaraman ini menggunakan garam dapur karena memiliki sifat yang menghambat perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme perusak atau pembusuk makanan. Contohnya seperti ikan asin, hasil paduan antara pengasinan dengan pengeringan.

7. Pengasaman

Ini teknik yang sering diaplikasikan untuk mengawetkan sayur atau buah, acar misalkan. Cuka dipakai untuk pengawetan untuk mematikan mikroba.

8. Iradiasi

Teknik pengawetan dengan menggunakan radiasi ionisasi secara terkontrol untuk membunuh serangga, kapang, bakteri, parasit atau untuk mempertahankan kesegaran bahan pangan.

9. Manisan

Perendamanan bahan makanan seperti buah dengan larutan gula akan membuat kadar gula dalam buah meningkat dan kadar airnya berkurang. Itulah alasannya bahwa teknik ini bisa membuat manisan buah tahan lama.

10. Pemanasan

Pemanasan makanan bertujuan untuk mengurangi populasi mikroorganisme yang dapat menyebabkan makanan mudah rusak. Ada beberapa jenis teknik pemanasan:

>> Pasteurisasi: pemanasan ringan pada makanan atau minuman untuk mengurangi populasi bakteri pathogen yang tidak tahan panas. Tetapi karena nggak semua jenis mikroba mati dengan proses ini, pengawetan dengan pasteurisasi biasanya nggak bertahan lama. Misalkan, susu yang dipasteurisasi tanpa pengemasan, biasanya hanya tahan 1-2 hari dalam suhu kamar, sedangkan dalam suhu pendingin hanya bisa bertahan hingga seminggu.

>> Blansing: memanaskan makanan dengan suhu kurang dari 100 derajat Celcius dengan air panas atau dengan uap air panas. Contoh blansing adalah dengan mencelupkan buah atau sayuran dalam air mendidih selama 3-5 menit. Blansing bertujuan membersihkan bahan dari kotoran, mengurangi jumlah mikroba, dan digunakan untuk menghilangkan bau, rasa, dan lendir yang nggak dikehendaki.

>> Sterilisasi: memberikan panas pada makanan dengan suhu 121 derajat Celcius untuk mematikan bakteri dan aktivitas enzim. Bahan yang disterilisasi dapat bertahan selama 6 bulan. Contoh dari sterilisasi adalah produk-produk olahan dalam kaleng seperti sarden, kornet, buah dalam kaleng, dan lainnya. [][teks @saesherra/dbagus.com, berbagai sumber | foto pixabay.com]