}
Hewan Paling Berbahaya di Dunia
Trivia

Hewan Paling Berbahaya di Dunia

by Hagi
Fri, 25-Nov-2016

Dunia yang amat luas ini, menyimpan bahaya berbentuk hewan-hewan di sekitar kita. Berhati-hatilah saat bertemu mereka.

1. Kalajengking Deathstalker - Hewan yang amat berbisa ini banyak terdapat di Afrika Utara dan Timur Tengah. Mereka bertanggungjawab atas 75% kematian dari sengatan kalajengking setiap tahun.

2. Lebah Madu Afrika - Pada tahun 1957, persilangan lebah madu Eropa dan Afrika yang melarikan diri melahirkan spesies ini. Mereka lalu berkembang biak dan punya insting lebih agresif ketimbang jenis lebah lainnya, serta biasa menyerang secara berkelompok.

3. Badak - Kematian karena serangan badak, memang tidak terlalu umum. Penglihatannya yang buruk, dan karakternya yang mudah terkejut, membuat apapun yang berada dalam jarak pandangnya akan bernasib sial.

4. Keong Kerucut - Satu tetes racun keong kecil ini, bisa mengakhiri 20 nyawa manusia. Disebut juga Siput Rokok, karena saat tersengat racunnya, Anda cuma punya waktu hidup sepanjang batang rokok. Nggak ada penawar racunnya!

5. Ikan Batu - Penyamaran yang amat baik di dasar laut, membuat banyak ikan lain terperdaya. Kecepatan menyergap mangsanya 0,015 detik! Dan saat “ikan paling berbisa” ini terinjak kaki Anda, yu dadah yu babay.

6. Hiu Putih Besar - Predator legendaris ini sulit membedakan mana yang bisa dimakan dan yang tidak. Mereka menghajar apa saja yang terapung: perahu, selancar, manusia. Tapi sebenarnya mereka bukan pemakan manusia. Anda cuma digigit, lalu ditinggal.

7. Ular Mamba Hitam - Satu dari hewan yang paling ditakuti di dunia. Sebutannya: inkarnasi kematian. Di Afrika, amat terkenal sebagai sumber mitos dan legenda, juga karena sangat agresif, menyerang secepat kilat, tanpa peringatan.

8. Kerbau Afrika - Karena tak pernah berhasil dijinakkan, makhluk yang sangat tidak terduga ini tak pernah akur dengan manusia. Di Afrika mereka dikenal sebagai "black death" dan jadi penyebab lebih banyak kematian disebabkan hewan besar lainnya di benua itu.

9. Katak Panah Beracun - Kemasan setinggi 5 cm racun hewan amfibi warna-warni ini bisa menghabisi 20 ribu ekor tikus. Itu berarti, dengan sekitar 2 mikrogram racun, kita bisa menghentikan jantung hewan besar. Serius, jangan coba-coba pegang kulitnya.

10. Beruang Kutub - Karnivora darat terbesar ini jelas tidak takut kepada manusia. Mereka juga nyaris tak punya predator alami. Umumnya, mereka tak membunuh manusia sih. Tapi bisa jadi itu karena tak ada beruang kutub berkeliaran di sekitar kita juga.

11. Ubur-ubur Kotak - Hewan paling beracun di dunia ini membunuh manusia lebih banyak daripada hiu, buaya, dan ikan batu digabung jadi satu. Racunnya amat sangat ampuh, dan dalam beberapa kasus, tidak lebih dari satu menit bisa mengirim Anda ke alam lain.

12. Singa Afrika - Well, manusia memang tidak tercantum dalam daftar mangsa mereka. Tetapi, ada juga, beberapa jenis, yang memburu kita. Salah satu kasus adalah singa bernama Tsavo yang selama 9 bulan pada tahun 1898 membunuh dan memangsa 28 pekerja kereta api di Kenya.

13. Ular Boomslang - Meski relatif pemalu dan tidak menyerang manusia, bukan berarti ular ini tidak berbahaya. Saat mereka menggigit, racun ular Boomslang menonaktifkan pembekuan darah. Korban perlahan mati karena kehabisan darah yang keluar dari pori-pori.

14. Ikan Buntal - Merupakan vertebrata paling beracun di dunia. Tetapi juga menjadi santapan lezat yang acap disajikan sebagai sashimi. Bagian yang paling beracun adalah hati, telur, dan saluran pencernaannya. Jika tidak diolah dengan benar, maka yang mengonsumsinya bisa lewat.

15. Dubuk - Hewan predator ini menghindari interaksi dengan manusia pada siang hari. Tapi hati-hati saat gelap datang. Perilaku haus darah mereka meningkat selama masa perang dan wabah penyakit, karena ketertarikan mereka pada mayat manusia.

16. Komodo - Seperti beruang kutub, mereka tidak terlalu memilih mangsa. Apa saja yang berdaging, pasti disikat. Liurnya beracun karena mengandung bakteri dari daging yang membusuk di sela-sela giginya. Nggak usah punya ide untuk bercanda dengan mereka.

17. Lalat Tse Tse - Gemar mengisap darah manusia dan jadi pembawa penyakit tidur di Afrika. Lalat Tse Tse secara tidak langsung bertanggungjawab atas pembunuhan sekitar seperempat juta orang setiap tahun.

18. Macan Tutul - Saat kebanyakan hewan yang terluka lari atau bersembunyi, tetapi tidak dengan hewan ini. Mereka akan jadi lebih agresif dan berbahaya, karena kekuatan mereka yang besar. Mangsanya sering disembunyikan di atas pohon.

19. Ular Karpet - Banyak kematian karena ular disebabkan gigitan mereka. Racunnya mengandung hemotoxin yang menghambat pembekuan darah. Kebanyakan serangan mereka terjadi di daerah yang jauh dari fasilitas medis modern. Jadi, hampir dipastikan, korbannya akan tewas.

20. Laba-laba Pengembara Brazil - Menurut Guinness Book of World Records, ini adalah laba-laba paling beracun sedunia. Mereka gemar bersembunyi di sela-sela rumah dan mobil di daerah padat penduduk, terutama pada siang hari. Ouch!

21. Gurita Cincin Biru - Yang seukuran bola golf saja, raacunnya bisa untuk membunuh 26 orang dewasa. Dan yeah, belum ada penawar racunnya. Korban harus terus diberi CPR sampai mendapat penanganan medis yang serius.

22. Kuda Nil - Walau kebanyakan adalah herbivora, tetapi mereka juga dikenal sangat agresif dan berbahaya di Afrika. Kuda Nil acap menyerang manusia tanpa provokasi, dan bahkan mampu menghancurkan kendaraan tumpangan kita.

23. Buaya Air Asin - Berada di puncak rantai makanan di wilayah air asin dan makan segala sesuatu, dari kerbau sampai hiu. Mangsanya akan diseret ke dalam air, lalu tanpa henti digulung-gulung dan dibolak-balik sampai tercabik-cabik.

24. Gajah Afrika - Sebagai hewan darat terbesar, gajah bisa jadi amat sangat berbahaya saat mereka marah. Badak aja bisa mereka injak-injak sampai gepeng. Gajah juga dikenal pendendam dan sanggup meratakan satu desa.

25. Nyamuk - Jangan pernah meremehkan serangga kecil ini. Meskipun ukurannya kecil, mereka bisa amat mematikan. Nyamuk dikenal bisa menularkan penyakit ke hampir 700 juta orang yang mengakibatkan 2-3 juta kematian setiap tahun. [][teks @evaevilia666/list25.com | foto pixabay.com]