}
Aspartam, Amankah? Ini Faktanya..
Trivia

Aspartam, Amankah? Ini Faktanya..

by Sherra
Wed, 19-Jul-2017

Aspartam adalah pemanis rendah kalori yang digunakan dalam berbagai makanan dan minuman berkalori rendah di seluruh dunia. Termasuk juga minuman ringan berkarbonasi, permen karet, permen, agar-agar, puding, yogurt, dan beberapa obat-obatan seperti vitamin dan obat batuk bebas gula. Sebenarnya penggunaan aspartam sempat menjadi pro dan kontra. Nah, inilah faktanya:

1. Aspartame memiliki pro dan kontra untuk para diabetes dan obesitas. Mayo Clinic menyatakan bahwa secara umum pemanis buatan mungkin bermanfaat bagi penderita diabetes. Namun nggak berarti aspartam adalah pemanis pilihan terbaik. Lebih baik tanyakan pada dokter terlebih dahulu.

2. Badan hukum di lebih dari 100 negara telah memastikan keamanan aspartam.

3. Menurut ketentuan Surat Keputusan Kepala Badan POM No. H.K.00.05.5.1.4547 tentang Persyaratan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis Buatan dalam Produk Pangan, aspartam dapat digunakan secara aman dan tidak bermasalah bila sesuai takaran yang diperbolehkan.

4. Dengan lebih dari 200 penelitian, aspartam adalah salah satu aditif makanan yang paling banyak diteliti di dunia dan memiliki sejarah panjang penggunaan yang aman.

5. Tinjauan penelitian oleh The European Food Safety Authority yang dikeluarkan pada tahun 2013 menyimpulkan bahwa aspartam aman untuk masyarakat umum termasuk bayi, anak-anak dan wanita hamil.

6. Para ilmuwan dari Food and Drug Administration [FDA] Amerika Serikat juga telah meninjau data ilmiah mengenai keamanan aspartam dalam makanan dan menyimpulkan bahwa aman untuk masyarakat umum.

7. Karena 200 kali lebih manis daripada gula, hanya sedikit aspartam yang diperlukan untuk mencapai rasa manis yang diinginkan. Aspartam memiliki kalori lebih rendah dibandingkan dengan gula.

8. Yang bermasalah adalah ketika seseorang mengonsumsi produk yang mengandung aspartam secara berlebihan, sehingga jika diakumulasi dapat melebihi kadar asupan harian yang dapat diterima tubuh [acceptable daily intake/ADI].

9. Untuk kategori pangan minuman berkarbonasi dan non karbonasi, batas maksimum penggunaan aspartam adalah 600 mg/kg.

10. Nilai ADI aspartam adalah 50 mg/kg berat badan. Jadi sebaiknya kita tidak mengkonsumsi produk dengan kandungan aspartam secara berlebihan.

11. Di dalam tubuh, aspartam dipecah menjadi tiga macam senyawa, yaitu metanol, asam aspartat, dan fenilalanin. Meskipun metanol bersifat toksik bagi tubuh, namun penelitian menunjukkan mengonsumsi produk yang mengandung aspartam tidak mencapai tingkat toksik metanol.

12. Karena aspartam mengandung fenilalanin, aspartam tidak dianjurkan untuk individu dengan fenilketonuria [PKU], sebuah penyakit keturunan langka yang memiliki kesulitan dalam metabolisme fenilalanin. Karenanya dapat menyebabkan kerusakan otak berat pada individu tersebut.

13. Aspartam aman dan bermanfaat bagi penderita diabetes. Penelitian telah menunjukkan bahwa aspartam tidak mempengaruhi kadar gula darah jangka pendek atau jangka panjang.

Kembali lagi, apapun yang dikonsumsi dalam kadar normal, nggak apa-apa. Jangan sampai berlebihan ya. [][teks @saesherra/ik.pom.go.id, aspartame.org | foto pixabay.com]