}
Shubnum Khan: Wanita di Balik Foto Iklan Seluruh Dunia
Trivia

Shubnum Khan: Wanita di Balik Foto Iklan Seluruh Dunia

by Intern
Thu, 09-Aug-2018

Wajah Shubnum Khan muncul di berbagai iklan seluruh dunia, seperti McDonald’s China, India, dan Korea Selatan. Tidak hanya itu, wajahnya juga muncul dalam promosi perjalanan Kamboja dan salah satu situs kencan di Prancis.

Teman-teman Khan telah melihat wajahnya di berbagai iklan makanan, brosur perbankan, klinik mata, dan situs kecantikan yang menampilkan testimoni seolah-olah produk tersebut cocok di wajahnya. Namun kenyataannya, penulis asal Afrika Selatan itu bukanlah model internasional. Ia juga tak dibayar oleh perusahaan yang menggunakan fotonya untuk kebutuhan iklan atau promosi.

Semuanya bermula pada tahun 2012, ketika teman Khan yang tinggal di Kanada mem-posting gambar ke halaman Facebooknya. Gambar tersebut adalah sebuah iklan promosi imigrasi yang ada di suratkabar Kanada.

“Itu terlihat seperti kamu,” ujar teman Khan dalam postingan tersebut. Dan teman lainnya merespon bahwa itu memang benar-benar Khan.

Khan mengaku kepada BBC bahwa ia merasa tidak masalah wajahnya muncul di iklan imigrasi. Namun ia bingung dan tidak mengerti, mengapa wajahnya muncul di berbagai iklan seluruh dunia.

“Saat itulah saya mulai melakukan penelitian dan menemukan gambar-gambar itu di internet,” ujar Khan.

Tanpa sadar, Khan telah menyerahkan hak atas fotonya kepada orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Foto-foto itu pada akhinya tersedia sebagai stok gambar di internet untuk digunakan secara komersial dalam iklan dan testimonial produk palsu.

Setelah bertahun-tahun wajahnya muncul di berbagai iklan, ia tidak tahu berapa banyak negara yang telah menggunakan fotonya. Lantas, dari mana sumber foto Khan?

Saat itu, Khan yang masih berusia 24 tahun dan beberapa teman kuliahnya pergi ke acara pemotretan gratis bernama 100 Faces Shots. Khan tidak diberi tahu sebelumnya bahwa foto tersebut akan dijadikan stok foto untuk diperjualbelikan. Ia mengira foto 100 orang tersebut digunakan sebagai portofolio atau proyek seni sang fotografer.

“Pemotretan itu sangat cepat, Anda menandatangani selembar kertas, masuk, dan fotografer mengatakan ‘senyum’ untuk sebuah foto. Namun pemotretan tersebut tidak dibeitahu bahwa foto akan dijadikan sebagai asset,” ujar Khan.

Ketika ditanya soal foto yang dijadikan lahan keuntungan, ia mengatakan bahwa hal itu sangat lucu. Namun seiring waktu, semakin banyak fotonya yang muncul tetapi ia tak pernah mendapat keuntungan. Lantas, ia menghubungi fotografer yang memotretnya waktu itu untuk mengonfirmasi.  

Sang fotografer mengatakan bahwa ia menjual foto-foto tersebut kepada perusahaan spesialis penyedia foto. Ia meminta maaf dan berjanji untuk menghapus foto Khan dari situsnya.

Hal yang paling mengejutkan bagi Khan adalah perusahaan yang mengklaim dirinya pernah menggunakan produk mereka. Khan bercerita bahwa itu adalah hal yang menggelikan ketika banyak orang yang tertarik untuk membeli produk tersebut karena tergiur testimonial palsu.

“Saya tidak tahu itu legal untuk memberikan testimonial palsu dengan cara atau bentuk apa pun. Itu benar-benar membuat saya menyadari betapa kita dibohongi sebagai konsumen,” akunya.

Khan berharap orang lain tidak membuat kesalahan yang sama seperti dirinya dan mengimbau jangan mudah terbujuk dengan iming-iming foto gratis. [][teks @amuspitasari | foto blog.photoshelter.com & afomaumesi.com]